Laman

Profil

be a real muslim !

Rabu, 20 April 2011

ISLAM DAN RASISME



            Malam belum larut ketika Stephen Lawrence, 18 tahun, tewas dikeroyok gerombolan pemuda dekat sebuah halte bus di Well Hall Road, Eltham, tenggara London pada 22 April 1993. Saksi mata mengatakan, serangan tersebut begitu tiba-tiba , cepat dan mengejutkan. Lima orang pemuda ‘bula’ sekonyong-konyong mengepung remaja malang  keturunan jamaika itu, menikam dadanya, lalu kabur melarikan diri. Stephen yang berlumuran darah berusaha bangkit berjalan beberapa meter, namun nafasnya berakhir sebelum ambulan datang. Meski kasus menghebohkan ini sempat beberapa kali disidangkan, kelima terdakwa belakangan dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.
            Kekerasan rasial semacam diatas tidak dapat dibenarkan, itu belum termasuk pembunuhan massal yang terjadi sejak zaman baheula hingga sekarang ini yang terjadi di berbagai belahan dunia. Yang pasti, kejadian-kejadian tersebut hanyalah puncak dari pengejawantahan kebencian, prapenilaian(prejudice) serta stereotip, pelecehan, penindasan, dan kezaliman terhadap orang lain atas dasar suku, bangsa, warna kulit, bahasa ataupun budaya.
            Bicara rasisme membuat kita terpaksa bicara juga soal kekuasaan atau dominasi politik, struktur, hirarki, serta sejarah panjang perjalan manusia, terutama relasi dan interaksi antar kelompok satu sama lain. Rasisme disini merupakan cara sistematis yang dilakukan suatu kelompok untuk menguasai sumber daya alam atau memperbudak kelompok lain.  Jika ada hirarki diantara mereka , maka ini akan mentukan kelompok mana yang lebih berkuasa dan unggul dibanding kelompok lain. Kelompok yang dominan menganggap diri mereka lebih berhak mendapat keistimewaan diatas penderitaan orang lain.
            Sikap dan perilaku rasisme seperti telah mendapatkan justifikasi dari Aristoteles. Menurut filsuf Yunani Purba ini, penduduk daerah dingin(Eropa) pada umumnya kurang terampil dan kurang cerdas, sementara orang Asia kurang mampu berfikir dan bersaing sehingga mereka terus-menerus dijajah dan diperbudak. Pembagian ini adil katanya.
            Kombinasi tiga hal(karakter fisik, mental, perasaan paling unggul) dijadikan acuan oleh generasi kemudian untuk membangun teori keunggulan ras dan menjustifikasi berbagai penindasan dan peperangan. 
            Manifestasi rasisme yang paling menyolok adalah perbudakan, pembantaian ras yang dilakukan orang eropa terhada bangsa berkulit hitam. Bagi mereka warna hitam adalah lambang kejahatan, kekurangan, kehinaan, dan kutukan. Dan Mitos yang coba dikukuhkan ialah bahwa orang-orang berkulit hitam itu liar, tidak berakal, buas dan pemakan daging manusia.
            Berbeda dengan orang-oran eropa, Islam mengecam dan mencoba mengikis habis segala bentuk kezaliman berbasis ras. Bahwa manusia dicitakan berbeda-beda rupa dan warna kulitnya, masing-masing mempunyai bahasa  dan kultur sendiri, semua itu adalah pertanda dari Allah Ta’ala untuk direnungkan oleh mereka yang berilmu. Allah berfirman dalam Surat Ar-rum  22 yang artinya :
            Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”
            Perbedaan ras,etnis, dan suku semestinya mendorong manusia agar saling mengenal, saling menghargai, saling melindungi, bekerja sama, tolong menolong, dan bahu-membahu dalam meraih kebahagiaan dan mengatasi masalah bersama bukan malah saling meghina, mendzolimi satu sama lain. Hal ini tentunya tidak bisa dibenarkan. Allah berfiman dalam Sura Al-Hujurat ayat 13 yang artinya :
            Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
            Dari ayat diatas bisa disimpulkan bahwa orang yang paling baik dan mulia disisi Allah bukanlah dilihat dari sisi ras, warna kulit akan tetapi yang paling mulia dilihat dari sisi ketaqwaan hamba kepad Allah.
            Apa yang tersebut diatas ditegaskan oleh Rasulullah Sholallahu’alihi Wassalam dalam ‘khutbah perpisahan’ beliau di hadapan ribuan jamaah haji di bukit Arofah pada hari Jum’at, 9 Dzulhijjah 10 H,” Wahai manusia,dengarlah baik-baik. Aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih dapat bersama kalian. Simaklah apa yang akan kukatakan dan sampaikanlah kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini....Setiap manusia adalah anak Adam dan Hawa. Orang Arab tidak lebih istimewa dari orang bukan Arab. Dan orang bukan Arab tidak lebih istimewa dari orang Arab. Demikian pula orang kulit putih tidak lebih istimewa  di banding orang kulit hitam. Dan orang kulit hitam tidak lebih istimewa dibanding orang kulit merah, kecuali orang taqwa dan amal sholihnya. Ketahuilah bahwa setiap orang Muslim adalah saudara bagi orang Muslim lainnya. Tidak boleh ia mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan izin dan ridhonya. Jangan saling medzalimi. Ingatlah satu hari nanti kalian akan bertemu Allah dan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian.(HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud,dll). Wallahu A’lam

Nb : Disarikan dari artikel " Islam Dan Rasisme" tulisan Syamsudi Arif dalam Majalah Al-Insan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar