Ancaman Terhadap Pemuda
Muslim
Umat
Islam sekarang ini banyak mendapat badai permusuhan, perlawanan, dan pengaruh
yang dikobarkan oleh musuh-musuh Islam. Hal itu dilakukan secara
terang-terangan dalam bentuk penjajahan, penindasan, pengepungan. Sebagaiman
dilakukan oleh Amerika di Irak, Yahudi Israel di Palestina, dan negara-negara
lainnya.
Disamping dengan melakukan
perlawanan fisik mereka juga melakukan penyerangan dengan samar-samar nyaris
tak tercium baunya, yaitu dengan merusak
generasi muda Muslim dengan propaganda-propaganda. Dengan hal tersebut
dimaksudkan aga generasi muda Muslim akan lebih cenderung berorientasi kepada
kebudayaan-kebudayaan keji mereka daripada cenderung kepada kebudayaan Islam
yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
Berawal dari kegagalan Nasrani
mengalahkan umat Islam dalam sembilan kali
peperangan besar di perang salib. Kemenangan kaum muslimin tersebut sangat
spektakuler, sebab pasukan muslim yang diterjunkan dalam pertempuran berjumlah sedikit.
Allah memenangkan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut. Kekalahan demi
kekalahan itu akhirnya menyebabkan kaum salib menciptakan taktik baru. Di bawah
pimpinan Raja Louis XI, taktik baru tersebut dilancarkan. Caranya bukan lagi
berupa penyerangan fisik. Mereka merubah dari serangan fisik
menjadi serangan pemikiran yang mengarah pada penghancuran ide-ide Islam.
Mereka membuat Agama Islam seolah-olah kabur dan meragukan bagi umat Islam
sendiri. Strategi ini menjadi sebuah solusi karena sering gagalnya mereka
ketika melawan umat Islam dalam bentuk fisik.
Gleed
Stones, mantan perdana menteri Inggris,
mengatakan , "Percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu
menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam al-Qur'an masih bergelora.
Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur'an hati mereka, baru kita akan menang
dan menguasai mereka."
Mereka bersepakat mengeluarkan
strategi baru yang sering disebut Perang Pemikiran (Ghazwul Fikr).
Ghazwul Fikr yang dimaksudkan disini adalah strategi perang non-fisik yang
bertujuan untuk memurtadkan Umat Islam
dan menjauhkan umat Islam dari Agamanya.Bagi Umat Islam yang terjebak dalam strategi ini
sedikit demi sedikit akan meninggalkan komitmen dien dan akhlaq Islam
Syaikh Muhammad Quthb dalam
Waaqi’unaa al-Mu’aashir yang penulis ambil dari Majalah Ar-risalah edisi 124 menyatakan
Ghazwul Fikr :
“Sarana-sarana non-militer yang
digunakan oleh pasukan salib untuk menghilangkan simbol-simbol kehidupan Islami
serta memalingkan kaum muslimin dari sikap komitmen terhadap Islam, yang
berkaitan dengan aqidah serta pemikiran, adat-istiadat dan sikap hidup yang
berhubungan dengannya”
Isi dari Ghazwul Fikr itu sendiri
yaitu yang sering disebut dengan 4S(Sing, Smoke, Sport, Sex) dan 4F(Fun,
Fashion, Food, Faith).
Berhasil tidaknya strategi mereka bisa kita lihat dari kondisi anak muda
sekarang ini. Banyak dari mereka telah tercebur dalam perangkap mereka. Sebagian besar diantara pemuda Islam sekarang lebih
menggandrungi musik-musik nggak jelas dibandingkan mendalami Al-Quran yang pada
hakekatnya musik itu merusak moral pemuda. Sebagai contoh yang real jika seseorang pemuda disodorkan kaset murotal dengan kaset musik.
Kira-kira manakah kemungkinan besar yang diputar berulang-ulang?
Begitu juga dengan media-media
sekarang yang beredar, banyak dari media tersebut menayangkan tontonan hubungan
antara lak-laki dan wanita, film-film, video-video, gambar-gambar porno yang
dapat meracuni pola pikir pemuda islamdan merusak akhlak seorang pemuda. Bisa
kita lihat bagaimana rusaknya moral anak muda sekarang ini. Cara berpakaian
mereka yang ala barat, cara bergaul antara putra-putri yang bebas, narkoba,
minum-minuman keras yang semua itu akan merusak generasi yang menjadi harapan
Umat Islam. Ironis !
Musuh Islam, terkhusus Yahudi dan
Nasrani tidak akan pernah berdiam diri apabila umat Islam masih eksis
mengamalkan ajaran-ajaran yang murni
yang merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Mereka akan terus berusaha dalam
menjerat Umat Islam ke dalam jurang kekafiran.
Bukti permusuhan mereka terdapat
dalam firman Allah Surat Al-Baqoroh ayat 120 yang artinya :
“ Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang
benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah
pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan
penolong bagimu.”
Mereka
memahami betul sudut-sudut yang menjadi kelemahan Umat Islam. Mereka juga paham
pilar-pilar agama yang dapat membentengi umat islam atau yang menjadi sumber
kekuatan umat Islam. Diantara sendi-sendi Islam yang dijadikan sasaran utama
mereka untuk dijauhkan dari umat islam adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi
sebagaiman terdapat dalam sabda nabi yang artinya:
“Aku tinggalkan pada kalian dua
perkara , apabila kalian berpegang teguh pada keduanya , niscaya kalian tidak
akan tersesat selama-lamanya, setelah aku tiada yaitu : Kitabulloh (Al-Qur’an)
dan sunnahku (Al-Hadits).” (HR. Imam Malik dalam Muwaththa)
Maka dari apabila Pemuda Islam telah meninggalkan
ajaran-ajaran Islam dan lebih condong pada budaya orang kafir maka akan
hilanglah generasi penerus yang akan perjuangan menegakkan Islam. Dan yang
lebih mengerikan lagi apabila Islam akan mengalami kehancuran, persis seperti
ungkapan,
Maa baqiyal Islaamu illaa
ismuhu,Maa baqiyal Qur’anu illa rasmuhu
(Tiada
tersisa Islam kecuali namanya, tiada tersisa Qur’an kecuali tulisannya)
Adapun solusi untuk mengahadapi
strategi ini adalah kembali pada kemurnian
islam, semuanya di kembalikan kepada islam, dengan menitikberatkan pada aqidah
umat, serta mempelajari islam dengan pemahan yang lurus dengan berpegang kepada
Al-qur’an dan Sunnahnya, karena jika aqidah kita kuat, musuh musuh islam tidak
akan mampu memusnahkan kita dengan cara apapun, kembali kepada Al-qur’an dan
As-sunnah, dengan menjalani kehidupan sesuai tuntunan al-qur'an dan as-sunnah
serta meyakini sebagai solusi atas segala permasalahan yang dapat membentengi
diri kita dari pemikiran musuh musuh islam.
Oleh karena itu, sebagai pemuda
muslim yang akan melanjutkan perjuangan harus mengetahui upaya-upaya orang
kafir untuk menhancurkan Islam agar tidak masuk ke dalam jebakan mereka dan
terus mendalami Al-Qur’an dan Sunnah agar selu berjalan dalam naungan cahaya
Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.(fah mie)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar