Laman

Profil

be a real muslim !

Minggu, 25 Desember 2011

Ancaman Terhadap Pemuda Muslim


Ancaman Terhadap Pemuda Muslim

                                   
         Umat Islam sekarang ini banyak mendapat badai permusuhan, perlawanan, dan pengaruh yang dikobarkan oleh musuh-musuh Islam. Hal itu dilakukan secara terang-terangan dalam bentuk penjajahan, penindasan, pengepungan. Sebagaiman dilakukan oleh Amerika di Irak, Yahudi Israel di Palestina, dan negara-negara lainnya.
            Disamping dengan melakukan perlawanan fisik mereka juga melakukan penyerangan dengan samar-samar nyaris tak tercium baunya, yaitu dengan merusak  generasi muda  Muslim dengan  propaganda-propaganda. Dengan hal tersebut dimaksudkan aga generasi muda Muslim akan lebih cenderung berorientasi kepada kebudayaan-kebudayaan keji mereka daripada cenderung kepada kebudayaan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
            Berawal dari kegagalan Nasrani mengalahkan umat Islam dalam sembilan kali peperangan besar di perang salib. Kemenangan kaum muslimin tersebut sangat spektakuler, sebab pasukan muslim yang diterjunkan dalam pertempuran berjumlah sedikit. Allah memenangkan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut. Kekalahan demi kekalahan itu akhirnya menyebabkan kaum salib menciptakan taktik baru. Di bawah pimpinan Raja Louis XI, taktik baru tersebut dilancarkan. Caranya bukan lagi berupa penyerangan fisik. Mereka merubah dari serangan fisik menjadi serangan pemikiran yang mengarah pada penghancuran ide-ide Islam. Mereka membuat Agama Islam seolah-olah kabur dan meragukan bagi umat Islam sendiri. Strategi ini menjadi sebuah solusi karena sering gagalnya mereka ketika melawan umat Islam dalam bentuk fisik.
            Gleed Stones, mantan perdana menteri Inggris,  mengatakan , "Percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam al-Qur'an masih bergelora. Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur'an hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka."
            Mereka bersepakat mengeluarkan strategi baru yang sering disebut Perang Pemikiran (Ghazwul Fikr). Ghazwul Fikr yang dimaksudkan disini adalah strategi perang non-fisik yang bertujuan untuk memurtadkan  Umat Islam dan menjauhkan umat Islam dari Agamanya.Bagi  Umat Islam yang terjebak dalam strategi ini sedikit demi sedikit akan meninggalkan komitmen dien dan akhlaq Islam
            Syaikh Muhammad Quthb dalam Waaqi’unaa al-Mu’aashir yang penulis ambil dari Majalah Ar-risalah edisi 124 menyatakan Ghazwul Fikr :
            “Sarana-sarana non-militer yang digunakan oleh pasukan salib untuk menghilangkan simbol-simbol kehidupan Islami serta memalingkan kaum muslimin dari sikap komitmen terhadap Islam, yang berkaitan dengan aqidah serta pemikiran, adat-istiadat dan sikap hidup yang berhubungan dengannya”
            Isi dari Ghazwul Fikr itu sendiri yaitu yang sering disebut dengan 4S(Sing, Smoke, Sport, Sex) dan 4F(Fun, Fashion, Food, Faith).
            Berhasil  tidaknya strategi mereka  bisa kita lihat dari kondisi anak muda sekarang ini. Banyak dari mereka telah tercebur dalam perangkap mereka.  Sebagian besar diantara pemuda Islam sekarang lebih menggandrungi musik-musik nggak jelas dibandingkan mendalami Al-Quran yang pada hakekatnya musik itu merusak moral pemuda. Sebagai contoh yang real jika seseorang pemuda disodorkan kaset murotal dengan kaset musik. Kira-kira manakah kemungkinan besar yang diputar berulang-ulang?
            Begitu juga dengan media-media sekarang yang beredar, banyak dari media tersebut menayangkan tontonan hubungan antara lak-laki dan wanita, film-film, video-video, gambar-gambar porno yang dapat meracuni pola pikir pemuda islamdan merusak akhlak seorang pemuda. Bisa kita lihat bagaimana rusaknya moral anak muda sekarang ini. Cara berpakaian mereka yang ala barat, cara bergaul antara putra-putri yang bebas, narkoba, minum-minuman keras yang semua itu akan merusak generasi yang menjadi harapan Umat Islam. Ironis !
            Musuh Islam, terkhusus Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah berdiam diri apabila umat Islam masih eksis mengamalkan ajaran-ajaran  yang murni yang merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Mereka akan terus berusaha dalam menjerat Umat Islam ke dalam jurang kekafiran.
            Bukti permusuhan mereka terdapat dalam firman Allah Surat Al-Baqoroh ayat 120 yang artinya :
            Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
            Mereka memahami betul sudut-sudut yang menjadi kelemahan Umat Islam. Mereka juga paham pilar-pilar agama yang dapat membentengi umat islam atau yang menjadi sumber kekuatan umat Islam. Diantara sendi-sendi Islam yang dijadikan sasaran utama mereka untuk dijauhkan dari umat islam adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi sebagaiman terdapat dalam sabda nabi yang artinya:
            “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara , apabila kalian berpegang teguh pada keduanya , niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, setelah aku tiada yaitu : Kitabulloh (Al-Qur’an) dan sunnahku (Al-Hadits).” (HR. Imam Malik dalam Muwaththa)
            Maka dari apabila Pemuda Islam telah meninggalkan ajaran-ajaran Islam dan lebih condong pada budaya orang kafir maka akan hilanglah generasi penerus yang akan perjuangan menegakkan Islam. Dan yang lebih mengerikan lagi apabila Islam akan mengalami kehancuran, persis seperti ungkapan,
            Maa baqiyal Islaamu illaa ismuhu,Maa baqiyal Qur’anu illa rasmuhu
            (Tiada tersisa Islam kecuali namanya, tiada tersisa Qur’an kecuali tulisannya)
            Adapun solusi untuk mengahadapi strategi ini adalah kembali pada kemurnian islam, semuanya di kembalikan kepada islam, dengan menitikberatkan pada aqidah umat, serta mempelajari islam dengan pemahan yang lurus dengan berpegang kepada Al-qur’an dan Sunnahnya, karena jika aqidah kita kuat, musuh musuh islam tidak akan mampu memusnahkan kita dengan cara apapun, kembali kepada Al-qur’an dan As-sunnah, dengan menjalani kehidupan sesuai tuntunan al-qur'an dan as-sunnah serta meyakini sebagai solusi atas segala permasalahan yang dapat membentengi diri kita dari pemikiran musuh musuh islam.
            Oleh karena itu, sebagai pemuda muslim yang akan melanjutkan perjuangan harus mengetahui upaya-upaya orang kafir untuk menhancurkan Islam agar tidak masuk ke dalam jebakan mereka dan terus mendalami Al-Qur’an dan Sunnah agar selu berjalan dalam naungan cahaya Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.(fah mie)



           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar